JAKARTA, nusantara24jam.my.id — Kinerja perdagangan internasional Indonesia sepanjang tahun 2025 mencatatkan hasil yang sangat positif. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan laporan Kementerian Perdagangan, neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus kumulatif sebesar 41,05 miliar dolar AS selama periode Januari hingga Desember 2025.
Capaian ini tumbuh signifikan sebesar 31,03 persen dibandingkan surplus neraca perdagangan tahun 2024 yang tercatat sebesar 31,33 miliar dolar AS, sekaligus memperpanjang tren surplus bulanan yang konsisten sepanjang tahun.
Kinerja Akhir Tahun
Pada bulan Desember 2025, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS, melanjutkan tren positif bulan November 2025 yang membukukan surplus 2,66 miliar dolar AS. Capaian ini menunjukkan bahwa kinerja ekspor Indonesia tetap solid menutup tahun 2025.
Penopang Utama Surplus
Surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 terutama ditopang oleh kinerja sektor nonmigas yang kuat. Komoditas-komoditas unggulan yang menjadi andalan ekspor antara lain:
- Lemak dan minyak hewani/nabati — termasuk minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya;
- Bahan bakar mineral — termasuk batu bara yang permintaannya tetap tinggi di pasar Asia;
- Produk besi dan baja — yang mencerminkan pertumbuhan industri manufaktur berbasis sumber daya alam.
Mitra Dagang Utama
Negara-negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia yang memberikan kontribusi terbesar terhadap surplus perdagangan adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Ketiganya secara konsisten menjadi mitra dagang strategis Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Tantangan: Defisit Sektor Migas
Di balik capaian surplus keseluruhan, sektor migas (minyak dan gas bumi) masih mencatatkan defisit sepanjang 2025 akibat nilai impor migas yang lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor. Hal ini menjadi tantangan struktural yang perlu terus diperhatikan, mengingat kebutuhan energi dalam negeri yang terus berkembang seiring pertumbuhan ekonomi nasional.
Sinyal Positif bagi Perekonomian
Kinerja surplus neraca perdagangan yang kuat sepanjang 2025 memberikan sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Surplus perdagangan berkontribusi pada penguatan posisi cadangan devisa, kestabilan nilai tukar Rupiah, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebagaimana digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Sumber: Badan Pusat Statistik (bps.go.id); Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (kemendag.go.id); Bank Indonesia (bi.go.id)
